Rabu, 26 Agustus 2015

KELUARGA BAHAGIA

Semoga Allah SWT memberkahi kelg kami.AAmiin.


Bismillahirrohmannirrohim,
Assalamualaikum.Wr.Wb.


 

Bagi saya : Cinta adalah titipan Allah yang harus terjaga kesuciannya.
 Cinta dalam kehidupan  seseorang tentulah tidak sama dengan difinisi dan asumsi yang dirasakan manusia. Mungkin bohong dan nonsense – lah cinta bagi seseorang yang fikirannya logis, rasional dan tidak melankolik. Bagi saya …….. apapun alasannya……hanya dapat mengatakan :
Cinta adalah pengabdian yang tulus untuk hidup bersama di jalan yang diridhoi Allah. Bagi saya, bukanlah kesombongan ketika hati merasa cemas, khawatir dan takut untuk menghadapi masa yang akan datang, padahal sudah beribu-ribu hari kujalani……. ALLAH SELALU MERAHMATI , memberi rejeki, memberi kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan walau dalam kesendirian dan air mata rasa sepi. Bukan karena merasa kesepian kalau aku suatu saat jatuh cinta (dibuat jatuh cinta oleh Allah pada laki-laki yang  dua puluh tujuh tahun yang lalu hanya sebatas “melihat’ nya dalam lingkungan sepermainan. Tidak lebih dan tidak ada penilaian apapun untuknya. Aku pernah  “merasa dicintai & disayangi oleh seseorang” dari sikapnya, dari fikirannya dari ungkapan perasaannya, dari orang yang tidak mungkin mendampingi hidupku karena dia sudah menentukan pilihannya ketika dia masih jauuuh dari dunia Islam. Prinsipku tak bergeming, seberapapun aku “merasa menyukainya”……. Cinta Allah – lah yang kupilih. Jujur…..sepanjang hidupku aku tak bisa berpaling ke lain hati, tetapi…. Allah selalu menterkaitkan kondisi hidupku pada satu orang itu….., kecuali……aku berusaha dan memhohon pada Allah untuk diberi kekuatan untuk menjalani hidup “mandiri” tak mentergantungkan secara materi pada siapapun. Jadi ketika kesadaranku ada , untuk punya suami…., hatiku sudah kusiapkan pula dengan tidak ketergantungan. Bukan manusia namanya kalau tidak merasa galau …ketika merasa lelah dan….ingin bersandar   , tentu…..pada sunatullah ….”suami”. Dengan ketegaran hatiku….., kutoleh kembali setiik kenangan “masa kecilku”……, meski aku tahu……” aku punya cinta dari Allah, yang tak mungkin tergantikan, dan aku tak mungkin mengelak.
   karena CINTA ITU TAK BERSYARAT.