Rabu, 29 April 2020

GERBONG CAHAYA


  1.  #HALTE KERETAKU.#
  2.  Part 2
 Peristiwa "Brian Wash" itu sampai sekarang masih berlangsung, tetapi atas PERTOLONGAN ALLAH dalam GERBONG CAHAYA jualah sudah terlampaui dengan selamat. Allah menguji keimananku melalau disiplin ilmu yang pernah kutempuh. PEMIKIRAN ISLAM konsentrasinya, meski sy menimba ilmu itu selama empat semester di Pascasarjana Universitas Islam, tapi ilmu itu hanya SEPERTI SEBUTIR DEBU dari ilmu Allah yang tak akan pernah habis walau sudah ditulis oleh tinta sebanyak air laut sejagat raya, dan pepohonan sebagai penanya. Yang kujalani hanya ukuran nanometer (tak terhitung kekecilannya) hanya perspektif Islam yg mempengaruhi akal pikirku, tapi karena aku dipaksa masuk kedalam GERBONG CAHAYA, maka jiwaku tercerahkan karena cahaya Nya. Kepada Ibu Ida, Ibu Dewi Giswa, dan ibu - ibu hebat lainnya tak dpt disebut satu persatu di GERBONG CAHAYA, jiwaku tercerahkan. Kembali lagi kepada Sang Guru yang menurut pengkuannya akan mengajar, dalam enam kali pertemuan dg kelompoknya, Alhamdulillah identitas kelompok itu terbongkar, dari kajian2 yg dipaparkannya jelas-jelas menyimpang dari ajaran Iman Islam dan ihsan (aqidah) kita. Jadi meakipun sy ceritakan di sini ttg kajiannya, kita tak akan merasakan indahnya rasa hati, karena yg sedang kuhadapi dari kajian itu bukan cahaya  , tetapi dzulumat (kegelapan) sebuah gerbong lain diluar sana, aku mempelajarinya sebagai disiplin ilmu yg setitik itu.Saya sedang diberi tugas  untuk menulis ttg sebuah aliran yang sudah ditemukan pemahannya dari data dan fakta. kelompok dari aliran sesat   (BERSAMBUNG)
 
 MOHON DO"ANYA, agar dimudahkan lisan saya untuk menyampaikan dakwah bil hal dan bil lisan, serta bil qolam ini. SEMUA ATAS PERTOLONGAN ALLAH  , di GERBONG CAHAYA ini aku menemuka cahaya yang akan membawaku ke ruang luas tak terbatas RUANG CAHAYA DIATAS CAHAYA.Love all, Ibu-ibu hebat yg telah membawaku di GERBONG CAHAYA


See the source image
Tambahkan teks

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar