Proses "mendarat" mulai terasa ketika pesawat memasuki wilayah Incheon. Pesawat mulai beradaptasi dengan ketinggian dan kecepatannya. Guncangan-guncangan kecil terkadang mengagetkan bahkan mendebarkan , maklum penerbangan cukup lama dan aku menjalaninya tanpa didampingi orang-orang yang kukenal. cukup nekad mungkin, berangkat sendiri ke daerah yang sulit dijumpai penumpang yang bisa berbahasa Ind, bahkan bahasa Inggrispun mereka tak mengerti. Sepenuhnya rasa khawatirku kuserahkan kepada Allah.SWT.
Inilah pemandangan dari dalam pesawat. Pemandangan ini bisa dilihat dari jendela pesawat. Subhanallah , panorama yang keindahannya sangat mengagumkan. Yang nampak seperti gambar ini kurang lebih jam lima pagi waktu setempat, dan suhu udara luar tercatat 1 (satu) derajat celsius.Hem......dingin sekali. Mantel tebal yang sudah kupakai sejak dalam pesawat tidak bisa mengurangi rasa dingin yang menerpa kulit wajah ketika aku turun dari tangga pesawat.
Inilah pemandangan yang terlihat dari dalam pesawat. Cahaya yang berangsur angsur menjadi terang benderang seiring dengan tampaknya daratan yang.......tak bisa diceritakan dengan kata-kata keindahannya.
| Pemandangan dari jendela pesawat ketika pesawat akan melandas. |
| Pesawat mulai menurunkan rodanya. |
| Pemandangan yang dilihat disepanjang perjalanan Seoul-Daegu suasan pada saat musim dingin | . |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar